Leksa Yang Sedang Dag Dig Dug

Maret 24, 2008

Resah Karena Tai

Diarsipkan di bawah: puisi, renungan — leksa @ 4:49 am

Teronggok seperti tai. Walaupun bau tetapi memikat penasaran untuk dilihat oleh mata. Itulah cinta, sayang. Maka tidak heran jika ada orang yang mengatakan cinta itu sama dengan tai. Bahkan aku juga paling anti mengucapkan kalimat ini - “Aku Mencintai mu”. Karena bagiku, kalimat itu sangat mudah dipelesetkan menjadi “Aku Mencium Tai mu”.

Jadi lupakan lah ada kalimat itu dalam kamus besar ku. Jangankan untuk dirimu, bahkan Tuhan saja kadang ragu menerima doa dari ku, menerima cinta dari ku. Karena Dia takut aku pelesetkan begitu…Aku Mencium Tai-Mu.

Jika kamu masih rela, cukuplah kita saling menjamu layaknya Yesus dalam perjamuan terakhir itu. Tentunya dengan kepala-kepala resah kita, hati-hati gundah kita. Oh, satu lagi, jangan taruh tangan mu di belakang badan ku. Bukan aku menolak dipeluk oleh mu, hanya saja tidak lucu kalau sampai perjamuan kita terekam oleh pelukis Malioboro, dan akhirnya aku tahu kamu berusaha menikam ku dari belakang.

generiert in 1,063 Sekunden. | Theme pack from WPMUDEV by Incsub. | Powered by WordPress