Leksa Yang Sedang Dag Dig Dug

April 28, 2008

Redemption Song

Diarsipkan di bawah: renungan — leksa @ 11:51 am
Old pirates, yes, they rob i;
Sold I to the merchant ships,
Minutes after they took i
From the bottomless pit.
But my hand was made strong
By the and of the almighty.
We forward in this generation
Triumphantly.
Wont you help to sing
These songs of freedom? -
cause all I ever have:
Redemption songs;
Redemption songs.

Emancipate yourselves from mental slavery;
None but ourselves can free our minds.
Have no fear for atomic energy,
cause none of them can stop the time.
How long shall they kill our prophets,
While we stand aside and look? ooh!
Some say its just a part of it:
Weve got to fulfil de book.

Wont you help to sing
These songs of freedom? -
cause all I ever have:
Redemption songs;
Redemption songs;
Redemption songs.

/guitar break/

Emancipate yourselves from mental slavery;
None but ourselves can free our mind.
Wo! have no fear for atomic energy,
cause none of them-a can-a stop-a the time.
How long shall they kill our prophets,
While we stand aside and look?
Yes, some say its just a part of it:
Weve got to fulfil de book.
Wont you help to sing
Dese songs of freedom? -
cause all I ever had:
Redemption songs -
All I ever had:
Redemption songs:
These songs of freedom,
Songs of freedom.

Buat semua teman yang masih menjadi kuli seperti saya. Dan yang akan mulai menjadi kuli. 

Maret 24, 2008

Machievelli

Diarsipkan di bawah: renungan — leksa @ 4:55 am

Kau percaya Machievelli itu kejam dan penuh dendam. Tukang kuasa yang tidak kenal dosa. Kau bilang buku tuanya itu yang bercerita bahwa kekejamannya menurunkan cerita politik tidak berperikemanusiaan dimana-mana. Ah, kau cuma tahu isi bukunya, kawan..

Coba saja kau tanya tetangganya, mungkin saja buku itu adalah karangan anaknya? Mungkin saja buku itu adalah kumpulan jiplakan dari tetangganya? Mungkin saja buku itu adalah hasil curian naskah dari seorang napol.

Yang aku tahu, Machievelli adalah politikus yang pulang kampung, mengasah rindunya dengan anak-anak dan istrinya. Hidup bahagia mengakhiri masa-masa politiknya dengan keluarga yang menyenangkan. Keluarga yang ditinggalkannya sekian tahun ketika duduk di kursi kekuasaan.

Dan dikala senggang tiba, diantara tawa anak-anaknya, dia menulis buku kejam itu, kawan.

Resah Karena Tai

Diarsipkan di bawah: puisi, renungan — leksa @ 4:49 am

Teronggok seperti tai. Walaupun bau tetapi memikat penasaran untuk dilihat oleh mata. Itulah cinta, sayang. Maka tidak heran jika ada orang yang mengatakan cinta itu sama dengan tai. Bahkan aku juga paling anti mengucapkan kalimat ini - “Aku Mencintai mu”. Karena bagiku, kalimat itu sangat mudah dipelesetkan menjadi “Aku Mencium Tai mu”.

Jadi lupakan lah ada kalimat itu dalam kamus besar ku. Jangankan untuk dirimu, bahkan Tuhan saja kadang ragu menerima doa dari ku, menerima cinta dari ku. Karena Dia takut aku pelesetkan begitu…Aku Mencium Tai-Mu.

Jika kamu masih rela, cukuplah kita saling menjamu layaknya Yesus dalam perjamuan terakhir itu. Tentunya dengan kepala-kepala resah kita, hati-hati gundah kita. Oh, satu lagi, jangan taruh tangan mu di belakang badan ku. Bukan aku menolak dipeluk oleh mu, hanya saja tidak lucu kalau sampai perjamuan kita terekam oleh pelukis Malioboro, dan akhirnya aku tahu kamu berusaha menikam ku dari belakang.

Maret 17, 2008

Tuhan dan Manusia

Diarsipkan di bawah: renungan — leksa @ 2:15 pm

Tuhan bertanya kepada seorang Manusia tentang tugasNya…

Wahai Manusia makhluk Ku paling sempurna.. Apakah kau punya keluh kesah dengan kerja Ku selama ini?, tanya Sang Tuhan.

Oh sang Tuhan yang hamba puja puji,.. ampun beribu ampun.. hamba tidak bisa menjawab pertanyaan itu, karena takut menyebabkan Kau murkai seluruh alam semesta ini, jawab si manusia.

Katakan saja kepada Ku keluh kesah mu. Bukankah kau tahu bahwa Aku maha pemurah dan pengasih, tegas mengulang dari Sang Tuhan.

Justru karena Engkau Maha Pengasih, maka hamba tidak bisa menjawab ini. Karena Kau tentunya akan lagi dan lagi Mengasihi hamba yang penuh dosa ini,.. hamba malu wahai Tuhan Agung, kembali jawab si Manusia.

Hee.. jangan GR kamu. Darimana kau tahu bahwa Aku telah mengampuni dosa-dosa besar mu?, tanya si Tuhan kembali keheranan.

Begitupun hamba wahai Tuhan. Darimana hamba tahu bahwa Engkau telah benar-benar mengampuni dosa-dosa Hamba?, jawab si Manusia lagi.

generiert in 2,583 Sekunden. | Theme pack from WPMUDEV by Incsub. | Powered by WordPress