Leksa Yang Sedang Dag Dig Dug

Mei 8, 2008

Pemilu

Diarsipkan di bawah: politik — leksa @ 7:16 am

Seorang teman yang entah gimana tiba-tiba nanya saya,

“Sudah siap PEMILU, Bung?”.

“HAH! Kan masih tahun depan.”

“Harus siap-siap dari sekarang kalau ga mau ketinggalan kereta”

Jawaban HAH! karena saya kaget, ternyata saya sudah tua. Buktinya teman seumuran sudah bukan sekedar ngikut PEMILU lagi. Tapi malah ngurusin segala.

Bingung,..PEMILU terakhir yang saya ikuti adalah pas milih diri sendiri buat jadi ketua kelas di SMP.

Harga Naik

Diarsipkan di bawah: sehari-hari — leksa @ 7:04 am

Pas saya beli tempe mendoan di angkringan dekat kosan,

“Mas, sekarang tempenya jadi mahal e. Minyak naek soalnya”, kata mas angkringan.

“Wah alesan mas ini,.. di koran katanya minyak dapat subsidi, Mas”, kata saya.

“Itu minyak bensin mobil-mobil mas. Lha ini minyak goreng maksud saya..”, jawab si Mas Angkringan sambil bakar-bakar hati.

Maret 24, 2008

Machievelli

Diarsipkan di bawah: renungan — leksa @ 4:55 am

Kau percaya Machievelli itu kejam dan penuh dendam. Tukang kuasa yang tidak kenal dosa. Kau bilang buku tuanya itu yang bercerita bahwa kekejamannya menurunkan cerita politik tidak berperikemanusiaan dimana-mana. Ah, kau cuma tahu isi bukunya, kawan..

Coba saja kau tanya tetangganya, mungkin saja buku itu adalah karangan anaknya? Mungkin saja buku itu adalah kumpulan jiplakan dari tetangganya? Mungkin saja buku itu adalah hasil curian naskah dari seorang napol.

Yang aku tahu, Machievelli adalah politikus yang pulang kampung, mengasah rindunya dengan anak-anak dan istrinya. Hidup bahagia mengakhiri masa-masa politiknya dengan keluarga yang menyenangkan. Keluarga yang ditinggalkannya sekian tahun ketika duduk di kursi kekuasaan.

Dan dikala senggang tiba, diantara tawa anak-anaknya, dia menulis buku kejam itu, kawan.

generiert in 1,048 Sekunden. | Theme pack from WPMUDEV by Incsub. | Powered by WordPress