<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Leksa Yang Sedang Dag Dig Dug</title>
	<link>http://leksa.dagdigdug.com</link>
	<description>Just another dagdigdug.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 May 2008 00:16:42 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Pemilu</title>
		<description>Seorang teman yang entah gimana tiba-tiba nanya saya,

"Sudah siap PEMILU, Bung?".

"HAH! Kan masih tahun depan."

"Harus siap-siap dari sekarang kalau ga mau ketinggalan kereta"

Jawaban HAH! karena saya kaget, ternyata saya sudah tua. Buktinya teman seumuran sudah bukan sekedar ngikut PEMILU lagi. Tapi malah ngurusin segala.

Bingung,..PEMILU terakhir yang saya ikuti adalah pas ...</description>
		<link>http://leksa.dagdigdug.com/2008/05/08/pemilu/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Harga Naik</title>
		<description>Pas saya beli tempe mendoan di angkringan dekat kosan,

"Mas, sekarang tempenya jadi mahal e. Minyak naek soalnya", kata mas angkringan.

"Wah alesan mas ini,.. di koran katanya minyak dapat subsidi, Mas", kata saya.

"Itu minyak bensin mobil-mobil mas. Lha ini minyak goreng maksud saya..", jawab si Mas Angkringan sambil bakar-bakar hati. </description>
		<link>http://leksa.dagdigdug.com/2008/05/08/harga-naik/</link>
			</item>
	<item>
		<title>P x L ?</title>
		<description>Seorang wanita membisikkan ke saya sebuah mitos gila. Katanya, lelaki yang kurus - langsing cenderung lebih mantep ukuran "burung"-nya.

Tidak jelas maksudnya. Bisa jadi itu hanya P, atau sekedar L, atau malah PxL.

Hmm... saya butuh pembanding untuk membuktikan mitos ini. </description>
		<link>http://leksa.dagdigdug.com/2008/05/08/p-x-l/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Belahan</title>
		<description>Kenapa belahan dada dan belahan paha identik dengan wanita? </description>
		<link>http://leksa.dagdigdug.com/2008/05/08/belahan/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Redemption Song</title>
		<description>
Old pirates, yes, they rob i;
Sold I to the merchant ships,
Minutes after they took i
From the bottomless pit.
But my hand was made strong
By the and of the almighty.
We forward in this generation
Triumphantly.
Wont you help to sing
These songs of freedom? -
cause all I ever have:
Redemption songs;
Redemption songs.

Emancipate yourselves from mental slavery;
None ...</description>
		<link>http://leksa.dagdigdug.com/2008/04/28/redemption-song/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Used to Love Her</title>
		<description>I used to love her, but I had to kill her
I had to put her
Six feet under
And I can still hear her complain

I used to love her, but I had to kill her
I knew I miss her
So I had to keep her
She's buried right in my back yard

I used to ...</description>
		<link>http://leksa.dagdigdug.com/2008/03/27/used-to-love-her/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Sama Saja</title>
		<description>Entah pertama, kedua atau ke berapapun...
rasanya tetap sama..ya seperti itu-itu saja
tidak ada yang istimewa..

itulah cinta kawan... </description>
		<link>http://leksa.dagdigdug.com/2008/03/26/sama-saja/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kata-kata</title>
		<description>Dalam sebuah kerinduan yang menyesakkan udara,
ada kata-kata jujur yang mengalir tanpa terbendung apapun,
tanpa redam dari angin malam...
Ternyata kata-kata tidak pernah cukup

Jika kau merasakan angin, 
seperti itulah hembusan nafasku saat berucap,
Jika kau melihat bulan purnama bersinar,
seperti itulah cahaya dari mata ini saat membuka suara,
Jika kau melihat Tsunami maha dahsyat beriak,
seperti itulah ...</description>
		<link>http://leksa.dagdigdug.com/2008/03/25/kata-kata/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Machievelli</title>
		<description>Kau percaya Machievelli itu kejam dan penuh dendam. Tukang kuasa yang tidak kenal dosa.  Kau bilang buku tuanya itu yang bercerita bahwa kekejamannya menurunkan cerita politik tidak berperikemanusiaan dimana-mana. Ah, kau cuma tahu isi bukunya, kawan..

Coba saja kau tanya tetangganya, mungkin saja buku itu adalah karangan anaknya? Mungkin saja ...</description>
		<link>http://leksa.dagdigdug.com/2008/03/24/machievelli/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Resah Karena Tai</title>
		<description>Teronggok seperti tai. Walaupun bau tetapi memikat penasaran untuk dilihat oleh mata. Itulah cinta, sayang. Maka tidak heran jika ada orang yang mengatakan cinta itu sama dengan tai. Bahkan aku juga paling anti mengucapkan kalimat ini - “Aku Mencintai mu”. Karena bagiku, kalimat itu sangat mudah dipelesetkan menjadi “Aku Mencium ...</description>
		<link>http://leksa.dagdigdug.com/2008/03/24/resah-karena-tai/</link>
			</item>
</channel>
</rss>

