Obama Berjanji

Januari 21st, 2009
Posted in renungan
No Comments »

Barack Obama telah menjadi presiden United States. Dan banyak orang menaruh harap kepada lelaki ini. Entah itu dari warga Amerika (pendukung, simpatisan hingga warga bukan pendukungnya), atau dari luar Amerika. Bukan tanpa alasan. Banyak orang berdebat soal latar belakangnya yang diharapkan mampu memahami dampak politik global di dunia ketiga. Ditambah lagi janji-janji kampanyenya, menyuarakan sebuah nilai-nilai persamaan hak untuk semua bangsa dan juga manusia.

Itu adalah sebuah kesimpulan singkat di awal. Awal sekali bahkan, karena Obama saja baru dilantik beberapa yang jam lalu - grogi mengucapkan sumpah presidennya.

Janji terucap. Janji itu seperti sebuah rencana. Janji adalah sebuah ide yang ditawarkan. Dan ide serta rencana membutuhkan sebuah pelaksanaan. Tanpa pelaksanaan, sebuah janji bagaikan aplikasi yang gagal diwujudkan.

Bagaimana dengan Obama? Paling tidak saya melihat ada janji yang sudah dia coba untuk bangun aplikasinya.

“Participation — President Obama started his career as a community organizer on the South Side of Chicago, where he saw firsthand what people can do when they come together for a common cause. Citizen participation will be a priority for the Administration, and the internet will play an important role in that. One significant addition to WhiteHouse.gov reflects a campaign promise from the President: we will publish all non-emergency legislation to the website for five days, and allow the public to review and comment before the President signs it.”  - Change has come to WhiteHouse.gov - whitehouse.gov

Sebuah penggalan dari tulisan blog pertama di situs gedung putih yang baru. Saya tidak tahu, apakah ini bisa disamakan dengan situs serupa di tanah air ini. Tapi yang pasti statement itu adalah lompatan selangkah dari janji yang ditawarkan Obama ketika kampanye. Dia mencoba meng-aplikasi-kan janjinya dengan caranya.

Ke depannya akan banyak janji-janji serupa hadir di Indonesia, dalam beberapa hari lagi. Mungkin sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu. Mungkin para pembuat janji negeri ini meniru Obama untuk membuat janji-janji. Tapi yang jadi masalah, seberapa sanggup mereka meniru Obama untuk menerapkan janji-janjinya.

Berjanji itu mudah, namun melaksanakan janji itu tidak gampang. Saya paham bahwa menjadi ingkar itu bukanlah hal yang sulit.

Isu dan Skandal

Juni 6th, 2008
Posted in sehari-hari, seksi
1 Comment »

Anda menanyakan konspirasi apa di balik ramai-ramai kemarin?

ah, kalo versi saya sih cuma ini :

“Kisruh FPI didalangi oleh Max Moein, menutupi skandalnya.. ”

hahahah….

600.000 Tebak-tebakan

Juni 6th, 2008
Posted in politik
No Comments »

Jika 660.000 US Dollar adalah hasil gebrek di pertemuan terakhir, berarti itu cuma uang penutup, termin akhir.

Harusnya bisa dilihat ke dalam aliran rekening. Mungkin angka 2 Jt US Dollar bisa saja ditemukan.

Dan untuk angka sekian, sepertinya tidak mungkin hanya pemain kecil sekelas lelaki hidung belang beristri 3 yang terjaring. Pasti masih ada penggede-penggede lainnya.

Yap, ayuk bermain tebak-tebakan.

Jika Sembunyi Sudah Tidak Mungkin

Juni 6th, 2008
Posted in politik
No Comments »

Dan begitulah…

Jika bersembunyi sudah tidak mungkin lagi. Maka bikin orang lain melupakan nista mu.

Selamat buat FPI dan AKKBB yang menjadi pengalih isu bobroknya negeri ini dalam seminggu saja :D

Istilah kata : “Kalau sudah jadi alat, berarti juga harus siap kapan-kapan dijadikan kambing hitam”

Pemilu

Mei 8th, 2008
Posted in politik
1 Comment »

Seorang teman yang entah gimana tiba-tiba nanya saya,

“Sudah siap PEMILU, Bung?”.

“HAH! Kan masih tahun depan.”

“Harus siap-siap dari sekarang kalau ga mau ketinggalan kereta”

Jawaban HAH! karena saya kaget, ternyata saya sudah tua. Buktinya teman seumuran sudah bukan sekedar ngikut PEMILU lagi. Tapi malah ngurusin segala.

Bingung,..PEMILU terakhir yang saya ikuti adalah pas milih diri sendiri buat jadi ketua kelas di SMP.

Harga Naik

Mei 8th, 2008
Posted in sehari-hari
1 Comment »

Pas saya beli tempe mendoan di angkringan dekat kosan,

“Mas, sekarang tempenya jadi mahal e. Minyak naek soalnya”, kata mas angkringan.

“Wah alesan mas ini,.. di koran katanya minyak dapat subsidi, Mas”, kata saya.

“Itu minyak bensin mobil-mobil mas. Lha ini minyak goreng maksud saya..”, jawab si Mas Angkringan sambil bakar-bakar hati.

P x L ?

Mei 8th, 2008
Posted in seksi
No Comments »

Seorang wanita membisikkan ke saya sebuah mitos gila. Katanya, lelaki yang kurus - langsing cenderung lebih mantep ukuran “burung”-nya.

Tidak jelas maksudnya. Bisa jadi itu hanya P, atau sekedar L, atau malah PxL.

Hmm… saya butuh pembanding untuk membuktikan mitos ini.

Belahan

Mei 8th, 2008
Posted in seksi
No Comments »

Kenapa belahan dada dan belahan paha identik dengan wanita?

Redemption Song

April 28th, 2008
Posted in renungan
No Comments »

Old pirates, yes, they rob i;
Sold I to the merchant ships,
Minutes after they took i
From the bottomless pit.
But my hand was made strong
By the and of the almighty.
We forward in this generation
Triumphantly.
Wont you help to sing
These songs of freedom? -
cause all I ever have:
Redemption songs;
Redemption songs.

Emancipate yourselves from mental slavery;
None but ourselves can free our minds.
Have no fear for atomic energy,
cause none of them can stop the time.
How long shall they kill our prophets,
While we stand aside and look? ooh!
Some say its just a part of it:
Weve got to fulfil de book.

Wont you help to sing
These songs of freedom? -
cause all I ever have:
Redemption songs;
Redemption songs;
Redemption songs.

/guitar break/

Emancipate yourselves from mental slavery;
None but ourselves can free our mind.
Wo! have no fear for atomic energy,
cause none of them-a can-a stop-a the time.
How long shall they kill our prophets,
While we stand aside and look?
Yes, some say its just a part of it:
Weve got to fulfil de book.
Wont you help to sing
Dese songs of freedom? -
cause all I ever had:
Redemption songs -
All I ever had:
Redemption songs:
These songs of freedom,
Songs of freedom.

Buat semua teman yang masih menjadi kuli seperti saya. Dan yang akan mulai menjadi kuli. 

Used to Love Her

Maret 27th, 2008
Posted in puisi
1 Comment »

I used to love her, but I had to kill her
I had to put her
Six feet under
And I can still hear her complain

I used to love her, but I had to kill her
I knew I miss her
So I had to keep her
She’s buried right in my back yard

I used to love her, but I had to kill her
She bitched so much
She drove me nuts
And now I’m happier this way

I used to love her, but I had to kill her
I had to put her
Six feet under
And I can still hear her complain

Used to Love Her - GnR